top
logo
EYE adalah singkatan dari Elim Youth Evershining

EYE Events


EYE Kotbah Gereja Proses Menggapai Kemuliaan
Proses Menggapai Kemuliaan
Written by Administrator   
Thursday, 11 February 2010 04:41
Oleh : Ev. Johana Kristianingsih

GPPS Elim, Sabtu 06 Februari 2010

Kejadian 37:5  “Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.”
Kejadian 37:6  “Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini:”
Kejadian 37:7  “Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."”
Kejadian 37:9  “Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku.”
Kejadian 37:10  “Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?”
Kejadian 37:11  “Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.”

Yusuf mendapatkan mimpi sendiri langsung dari Tuhan. Dan suatu proses membawa mimpi Yusuf itu menjadi kenyataan. Bagaimana bisa...? Yusuf yang semula adalah anak dari seorang gembala domba dan kambing, yang kemudian diberi mimpi oleh Allah tentang gandum (bidang pertanian). Apa hubungannya gembala kambing domba dengan gandum...? Sangat tidak berhubungan bukan...? Tapi kita harus akui bahwa Allah kita adalah Allah yang sangat detail. Dia sanggup menghubung hubungkan segala sesuatu yg tidak berhubungan sekalipun, untuk menggenapi segala rencana-Nya. Yusuf, waktu menerima mimpi itupun dia tidak mengerti apa yang akan terjadi. Tetapi saat mimpinya tergenapi dan ia teringat akan mimpinya, terceliklah dia bahwa Tuhan itu sangat detail dalam hidupnya. Jadi, percaya saja bahwa setiap Firman yang keluar tidak akan pernah kembali dengan sia- sia. Tetaplah memiliki Iman yang teguh. Iman, dimana saat keadaan tidak mungkin / porak poranda tapi kita mampu tetap percaya bahwa janji-Nya ya dan amien. Iman kitalah yang akan memerdekakan kita dan iman kita yang akan menyembuhkan kita. Keadaan tidaklah akan semakin baik tapi akan semakin buruk. Bila kita tidak tetap berada dalam iman yang teguh, kita pasti akan goyah dan masuk dalam banyak kesulitan dan masalah. Selalu butuh proses untuk mencapai segala sesuatu yang lebih baik. Mungkin prosesnya akan menyakitkan seperti proses ulat yang menjadi kepompong kemudian menjadi seekor kupu- kupu yang indah. Tetapi percayalah bahwa Tuhan punya rahasia dibalik itu semua. Dia ingin menjadikan kita indah seperti kupu- kupu yang disukai banyak orang. Mau menjadi kupu- kupu...??? Mau mengalami proses seperti Yusuf...? Dibuang, di jual, difitnah bahkan sampai dimasukkan ke dalam penjara...??? Itu adalah keputusan kita.
Percayalah bahwa Tuhan sangat menciantai kita seperti Tuhan mencintai Yusuf. Dan orang yang dicintai pasti akan diberi “jubah”. Yusuf diberi jubah oleh ayahnya pada waktu masih kecil dan belum akil balik. Karena itu dia belum berhak mendapatkan warisan. Begitu juga dengan kita, berkat kita sudah ada hanya saja kita belum berhak mendapatkan warisan itu karena kita belum siap. Janji Tuhan sudah ada tapi banyak yang belum kita terima. Itu karena kita belum siap.
Jubah menggambarkan harga diri. Saat Yusuf diberi jubah oleh ayahnya, dia masih sombong dan itu tidak bisa menggenapi rencana Tuhan. Sampai pada saatnya, melalui saudara- saudaranya Yusuf dipaksa melepas jubahnya dan dibuang.
-     Inilah Proses Pertama dari perjalanan hidup Yusuf yaitu “Dipaksa Untuk Lepas Dari Ego Kita
      Seberapa pentingnya nilai sebuah harga diri dalam kehidupan kita..? Bila kita tetap pegang harga diri kita, Tuhan tidak akan pernah bisa melakukan karya-Nya yang besar.
-     Proses ke-2 adalah “Kerelaan Hati Untuk Melepas Ego Kita
Kejadian 39:12  “Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.”
Yusuf rela difitnah, dicaci maki hingga dimasukkan ke dalam penjara. Tuhan perlu membersihkan Yusuf sebersih bersihnya. Secara pikiran manusia, Yusuf sudah tidak punya harapan. Tetapi saat dia punya Iman yang teguh, Tuhan mengerjakan semuanya indah pada waktu-Nya.
Kejadian 41:42  “Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya.”
Jubah yang lebih indah dan berharga yang Tuhan akan berikan bukan...? Pujian manusia itu sia- sia, kita lebih membutuhkan pujian dan penghargaan yang daripada Tuhan. Manusia cenderung melihat apa yang di depan mata tetapi Tuhan melihat hati. Saat hati kita benar- benar mengasihi Tuhan, Dia berkenan pada kita. Saat janji- janji-Nya belum tergenapi, kita harus instrospeksi diri. Sampai dimana proses kita...? Bila akhir- akhir ini kita di proses secara luar biasa, dan bila kita masih merasa sakit, itu berarti kita masih ada di dalam PROSES I yaitu “DIPAKSA”. Saat kita sudah rela dan tidak ada lagi sakit, itu berati kita sudah berada dalam PROSES II “RELA HATI” dan kemuliaan Tuhan siap untuk dinyatakan. Berkat kita sudah ada, siapkan hati kita untuk menerima semuanya. Tuhan rindu kita semakin berkurang bahkan mati dan Tuhan semakin bertambah. Hidup kita bukanlah kita lagi tetapi Tuhan ada di dalam kita. Bersiaplah untuk mendapat mahkota kemuliaan dan rela lepaskan jubahmu. Harga diri kita tidaklah ada artinya. Orang yang dimungkinkan bisa terjatuh adalah orang yang suka naik- naik. Bila orang hanya duduk di tanah, tidaklah mungkin ia bisa jatuh lagi karena sudah ada di bawah. Pakailah jubah kemuliaan yang daripada Tuhan. Saat kita lepaskan jubah kita, Tuhan mengembalikan kepada kita bukan cuma jubah tapi cincin kalung dan pemerintahan ada pada kita. Selamat berjuang...... Smile

Tuhan Yesus memberkati

 

 
Last Updated ( Friday, 12 February 2010 02:02 )
 
Facebook Image

bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Joomla Theme, php hosting. Valid XHTML and CSS.