top
logo
Jadwal Ibadah EYE tiap Sabtu pkl 17.00 wib

EYE Events


EYE Kotbah Gereja Tujuan Akhir
Tujuan Akhir
Written by Administrator   
Thursday, 18 February 2010 13:47
Oleh : Ibu Liang Magdalena

GPPS Elim, Sabtu 13 Februari 2010

1 Petrus 2:9  “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”
Kita patut berbangga hati karena kita dikatakan sebagai umat pilihan Alah. Bila saat ini kita boleh ada di dalam komunitas yang benar di dalam Allah, itu karena kita sudah dipilih Allah untuk menjadi umat pilihan-Nya. Bila kita bukan umat pilihan-Nya, tentu kita akan lebih senang menghabiskan waktu- waktu kita hanya untuk kesenangan duniawi saja tanpa mau meluangkan waktu untuk beribadah kepada-Nya. Jadi, berbahagialah karena kita masuk dalam hitungan umat pilihan-Nya. Akan tetapi, menyandang predikat sebagai “umat pilihan Allah” bukanlah akhir dari segalanya. Kita masih harus tetap berjuang bahkan senantiasa waspada dan jangan sampai lengah. Jangan pernah merasa cukup hanya sampai disitu bila kita benar- benar ingin sampai pada TUJUAN AKHIR hidup kita. Seperti pada pemilihan Indonesian Idol atau Idola Cilik di TV, saat mereka sudah terpilih menjadi 10 besar, mereka masih harus tetap berjuang untuk mencapai tujuan akhirnya yaitu menjadi juara 1,2 dan 3. Saat sudah terpilih menjadi 10 besar, mereka harus mau menjalani masa karantina yang ketat. Jauh dari keluarga, tidak boleh pergi- pergi semaunya dan sebagainya. Saat mereka mau taat menjalani masa karantina yang tidak enak itu dan tetap berjuang mempersembahkan yang terbaik, mereka akan mencapai tujuan akhir mereka yaitu menjadi juara. Demikian juga dengan cerita Ratu Ester di dalam Alkitab. Tidaklah mudah dia mendapatkan mahkota ganti Ratu Wasti.
Ester 1:2  “pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan,
Ester 1:3 pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.
Ester 1:4 Di samping itu baginda memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak, berhari-hari lamanya, sampai seratus delapan puluh hari.
Ester 1:10 Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros,
Ester 1:11 supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya
Ester 1:12 Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.
Ester 1:19 Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan
bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya
Ester 2:8 Setelah titah dan undang-undang raja tersiar dan banyak gadis dikumpulkan di dalam benteng Susan, di bawah pengawasan Hegai, maka Ester pun dibawa masuk ke dalam istana raja, di bawah pengawasan Hegai, penjaga para perempuan.
Ester 2:12 Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.
Ester 2:17 Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.”
Jadi, bila kita ingin mencapai tujuan akhir, mari berjuanglah dan lewati masa karantina kita dengan penuh kesuksesan. Biarlah kita juga mau belajar dari Paulus :
Kisah Para Rasul 20:24  “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”
2 Timotius 4:7 - 8  “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”
Jangan suka menunda- nunda waktu yang ada, pakailah kesempatan dengan sebaik- baiknya. Satu hal bila kesempatan itu terlewatkan dan waktu tidak bisa diputar kembali, kita akan menyesal selamanya. Menjadi umat pilihan Allah, tidaklah mudah. Ikuti segala peraturan Tuhan dan terus berjuang untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan hingga kita raih TUJUAN AKHIR kita yaitu mahkota kemuliaan yang kekal dari DIA.

Gbu Smile
 
 
Facebook Image

bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Joomla Theme, php hosting. Valid XHTML and CSS.