Filipi 2:12 “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir” Kita harus mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar sebagai bentuk ketaatan kita kepada Tuhan. Janganlah kita menjadi orang - orang pilihan yang tidak pernah mengerjakan apa- apa. Supaya berkat yang melimpah dari Tuhan ada di tangan kita, ada 2 hal penting yang harus selalu kita miliki agar kita bisa tetap mengerjakan pilihan kita yaitu KESETIAAN & KETAATAN. Kita akan belajar dari Uzia dan Yosia, dua raja di dalam kitab Perjanjian Lama : RAJA UZIA 2 Tawarikh 26:5 “Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.” 2 Tawarikh 26:16 “Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.” 2 Tawarikh 26:19 “Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. Sementara amarahnya meluap terhadap para imam, timbullah penyakit kusta pada dahinya di hadapan para imam di rumah TUHAN, dekat mezbah pembakaran ukupan.” Sejarah tragis yang pernah terjadi di muka bumi. Bukan suatu kebetulan Uzia menjadi Raja di usianya yang masih remaja. Tetapi benar- benar Tuhan yang telah memilih dia. Tetapi dikatakan, Raja Uzia mencari Tuhan hanya selama hidup Zakharia. Kesetiaannya bergantung pada orang lain yaitu Zakharia. Setelah Zakharia tiada, Raja Uzia berkehendak sendiri, dia berubah setia dan bahkan mengambil alih bagian yang seharusnya dilakukan oleh seorang Imam yaitu membakar ukupan. Dia merasa bisa dan menjadi sombong. Apa hasil dari perbuatannya..? Awal hidupnya yang manis, berakhir dengan kusta. Sungguh tragis.
RAJA YOSIA
2 Tawarikh 34:1-7 34:1 “Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. 34:2 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. 34:3 Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan. 34:4 Mezbah-mezbah para Baal dirobohkan di hadapannya; ia menghancurkan pedupaan-pedupaan yang ada di atasnya; ia meremukkan dan menghancurluluhkan tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan, dan menghamburkannya ke atas kuburan orang-orang yang mempersembahkan korban kepada berhala-berhala itu. 34:5 Tulang-tulang para imam dibakarnya di atas mezbah-mezbah mereka. Demikianlah ia mentahirkan Yehuda dan Yerusalem. 34:6 Juga di kota-kota Manasye, Efraim dan Simeon, sampai di kota-kota Naftali, yang di mana-mana telah menjadi reruntuhan, 34:7 ia merobohkan segala mezbah dan tiang berhala, meremukkan segala patung pahatan serta menghancurluluhkannya, dan menghancurkan semua pedupaan di seluruh tanah Israel. Sesudah itu ia kembali ke Yerusalem.” 34:20 Kemudian raja memberi perintah kepada Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Abdon bin Mikha, kepada Safan, panitera negara itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya: 34:21 "Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi yang masih tinggal di Israel dan di Yehuda tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang dicurahkan kepada kita, oleh karena nenek moyang kita tidak memelihara firman TUHAN dengan berbuat tepat seperti yang tertulis dalam kitab ini!" 34:27 oleh karena engkau sudah menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan Allah pada waktu engkau mendengar firman-Nya terhadap tempat ini dan terhadap penduduknya, oleh karena engkau merendahkan diri di hadapan-Ku, mengoyakkan pakaianmu dan menangis di hadapan-Ku, Aku pun telah mendengarnya, demikianlah firman TUHAN,” Di awal pemerintahannya Raja Yosia di usia yang bisa dikatakan terlalu muda untuk menjadi raja banyak melakukan hal yang luar biasa : menghancurkan berhala-berhala, memperbaiki rumah Tuhan dan membawa rakyatnya kepada takut akan Tuhan. Namun pada akhirnya dia tewas karena ketidaktaatannya sendiri. Padahal Tuhan sudah berbicara begitu jelas melalui Nekho raja Mesir. Tuhan bisa memakai orang yang tidak kenal Tuhan sekalipun untuk memberikan rambu-rambu. ( 2 Tawarikh 35:20-27 ) Tiap kita punya rancangan spesifik dari Tuhan yang akan menentukan kapasitas kita. Suatu permulaan yang baik memang penting, tetapi akhir yang baik jauh lebih penting. Alangkah indahnya bila kita memulai sesuatu dengan baik dan mengakhirinya secara gemilang. Kita adalah umat pilihan-Nya oleh sebab itu mari kita kerjakan pilihan itu. Miliki karakter Setia dan Taat.Gbu.. |