top
logo
Jadwal Ibadah EYE tiap Sabtu pkl 17.00 wib

EYE Events


EYE Kotbah Gereja Perjalanan Yesus menuju kayu salib
Perjalanan Yesus menuju kayu salib
Written by Administrator   
Friday, 23 April 2010 05:55
Oleh : Ev. Ruth Veve

GPPS Elim, Sabtu 17 April 2010

Yohanes 10:17  “Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.”
Yohanes 10:18 “Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”
Setiap tahap langkah perjalanan Tuhan Yesus menuju kayu salib memiliki arti bagi kita.
Saat Yesus berdoa di Taman Getsemani dengan ditemani ketiga murid-Nya, Dia sangat ketakukan. Ketakutan terbesar dalam hidup adalah saat kita tau kita akan mati dan tau bagaimana cara kita akan mati. Karena itulah Dia sangat ketakutan. Hari itu, Kamis malam, Dia tidak ditangkap tapi Dia menyerahkan diri-Nya. Dia punya kuasa, mestinya Dia bisa pergi tapi Dia tidak lakukan itu, karena Dia tahu itulah jalan yang sudah Dia pilih untuk Dia tempuh. Dia diadili di 6 pengadilan, tengah malam Dia diadili di pengadilan Pontius Pilatus. Padahal, seharusnya tidak ada pengadilan yang buka dan mangadili saat tengah malam. Jadi, Yesus diadili di waktu yang tidak sah. Dengan tidak ada satu pun kesalahan yang ditemukan daripada-Nya, Dia dihukum cambuk. Seharusnya, hukuman cambuk pada waktu itu adalah sebanyak 40 kali cambukan dengan cambuk yang tiap ujungnya ada 9 kait yang tujuannya merobek daging. Tapi pada saat itu, Yesus dicambuk sebanyak 40 kurang 1 (39 cambukan) karena bila algojo kelebihan mencambuk, maka algojo itu akan balik dihukum cambuk. Orang yang dihukum cambuk, biasanya sebelum 39 kali sudah tidak kuat dan mati karena kehabisan darah. Tapi Yesus tidak mati, kenapa...? Karena Dia tau, tugasnya belum selesai. Dia hanya baru selesaikan satu hal, yaitu menanggung segala sakit penyakit kita. Dokter ahli di dunia menemukan bahwa, di dunia ini ada 39 golongan macam penyakit. Apapun penyakit baru yang sekarang ini bermunculan, tetap penyakit itu masuk dalam ke 39 penggolongan penyakit itu. Jadi, segala penyakit yang ada di dunia ini, sudah Dia tanggung bagi kita.
Galatia 3:13  “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
Tuhan datang di saat yang tepat. Aturan peradilan saat itu, tidak ada orang yang melakukan satu kesalahan tetapi dihukum dengan dua kali hukuman. Pilatus menjatuhi hukuman cambuk pada Yesus, dia pikir dia bisa selamatkan Yesus. Tapi kenyataannya, setelah Yesus dihukum cambuk, Yesus disalib. Jadi Dia diadili dengan cara yang tidak sah berdasarkan hukum. Kenapa Yesus harus disalibkan...??? Dulu, korban penghapus dosa biasanya memakai hewan yang disembelih karena harus ada darah yang tercurah. Tetapi sesungguhnya, itu bukanlah korban penghapus dosa, melainkan korban penutup dosa. Karena darah hewan, tidaklah berkuasa menghapus dosa. Hanya darah Yesus yang sanggup dan berkuasa untuk menghapus dosa manusia. Setelah di cambuk, Yesus dipakaikan mahkota duri.
Kejadian 3:17  “Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:”
Kejadian 3:18  “semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;”
Mahkota duri berbicara tentang kutuk. Jadi, dengan itu segala kutuk turunan sudah Tuhan tanggung bagi kita. Mahkota duri ditancapkan di kepala Yesus dan darah mengucur supaya kita tidak andalkan pikiran kita. Waktu Yesus jalan dari pengadilan sampai dengan Golgota dengan membawa kayu salib-Nya yang kasar dan berat (± 50kg), wajah-Nya sering terjerembab batu karena sangat kelelahan. Jarak yang jauh dengan beban yang berat serta kondisi tubuh penuh dengan bilur bekas cambukan Dia tempuh bagi kita. Seharusnya Yesus bisa memilih menyerah dan mati saja karena tidak mungkin ada orang yang kuat dengan penyiksaan seperti itu, apalagi semalaman Yesus tidak tidur, tetapi Yesus tidak lakukan itu karena Dia punya satu tujuan yang harus dicapai.  Jam 12 siang, dimulailah proses penyaliban Tuhan. Dimulai dengan tangan kiri dipaku lalu tangan kanan ditarik sekencang kencangnya supaya kesusahan untuk bernafas, lalu dipaku. Kaki disanggah dengan satu paku dan kaki agak ditekuk supaya orang yang disalib bisa mengambil nafas sedikit sehingga mati secara perlahan. Dokter mengatakan, orang yang dihukum salib secara demikian, darahnya akan mengumpul di satu tempat hingga merasa haus yang sangat hebat (Yohanes 19:28).
2 Korintus 5:21  “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”
Yesus meninggal jam 3 sore, dari jam 12 hingga jam 3 Dia bertahan, itu karena Dia menanggung semua dosa dari jaman Adam Hawa, jaman Yesus dan sampai selama- lamanya. Sebelum Yesus meninggal, Dia sempat berkata “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Biasanya, Yesus selalu memanggil Allah dengan sebutan “Bapa”. Tetapi saat itu Dia tidak memanggil dengan sebutan “Bapa” melainkan “Allah” karena memang pada saat itu, hubungan Anak dengan Bapa benar- benar putus. Saat detik- detik akan meninggal, Dia katakan “Sudah selesai”. Jadi pengorbanan-Nya sudah komplit. Bukan hanya keselamatan tapi ada kesembuhan, berkat, kelepasan dari kutuk dan lain- lain. Terakhir, lambung Tuhan Yesus ditusuk dengan tombak, keluarlah darah dan air. Dokter mengatakan, bila lambung mengeluarkan darah dan air itu berarti jantungnya sudah hancur / jebol. Jantung dalam bahasa inggris adalah “heart” yang berarti hati. Hati Yesus hancur karena kita. Abraham, saat akan mempersembahkan Ishak anaknya yang tunggal, Tuhan sediakan domba yang tersangkut di pohon sebagai ganti Ishak. Karena pada waktu itu, memang Tuhan hanya ingin menguji hati Abraham. Domba itu benar- benar Tuhan sediakan sebagai gantinya, karena mana mungkin ada domba tersesat ke gunung, yang ada domba tersesat ke jurang. Tetapi Yesus anak-Nya, Tuhan tidak tahan atau gantikan dengan yang lain karena Dia rela persembahkan anak-Nya yang tidak berdosa. Betapa besar kasih Bapa akan dunia ini. Hati-Nya yang sungguh mulia, mengorbankan anak-Nya yang tunggal untuk selamatkan kita orang – orang yang berdosa. Gbu...

 

 
 
Facebook Image

bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Joomla Theme, php hosting. Valid XHTML and CSS.