top
logo
Jadwal Ibadah EYE tiap Sabtu pkl 17.00 wib

EYE Events


EYE Kotbah Gereja Mengenal Tuhan dengan benar
Mengenal Tuhan dengan benar
Written by Administrator   
Sunday, 16 May 2010 09:15
Oleh : Ev. Ruth Veve

GPPS Elim, Sabtu 15 Mei 2010

Di dalam injil Yohanes 15, dijelaskan bahwa TUHAN YESUS ialah pokok anggur yang benar dan kitalah ranting-rantingnya. Sebagai ranting kita tidak dituntut untuk meproduksi buah sendiri, namun hanya sebagai saluran untuk menghasilkan buah. Contohnya, saat kita kehabisan air mineral galonan, kita tentu akan membelinya di agen yang terdekat dengan rumah kita. Namun misalkan, saat kita mengetahui bahwa agen itu memproduksinya sendiri air mineral itu, kita tidak akan kembali ke tempat itu untuk membelinya lagi, karena air mineralnya palsu, bukan berasal pabrik atau sumbernya.

"Aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu, Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar." (Efesus 1:16-17). Di kalimat terakhir dikatakan mengenal Dia dengan benar. Kalau ada pengenalan yang benar tentu sebaliknya ada pengenalan yang salah. Sejauh mana kita mengenal TUHAN, sejauh itu juga kehidupan Kristus memancar dalam kehidupan kita. Bagaimana cara pandang atau pengenalan seseorang akan Tuhan, itulah yang dia terapkan pada sesamanya.

"Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya." (1 Yoh 2:3). Pengertiannya, tanda kita mengenal TUHAN ialah kita melakukan perintah-perintah-Nya. Tapi yang sering terjadi  sebaliknya: kita melakukan perintah-perintah-Nya dengan harapan supaya kita mengenal Tuhan. Jadi pengertiannya yang benar ialah, saat kita telah benar-benar mengenal Tuhan, barulah kita bisa melakukan perintah-perintah-Nya. Jika kita lihat seseorang melakukan yang tidak benar (dalam artian berbuat dosa), berarti ia tidak/belum mengenal Tuhan atau memiliki pengenalan yang keliru terhadap Tuhan, dan tak perlu kita memberitahukan apa yang benar, cukup doakan saja, supaya ia menerima pengenalan akan Tuhan!

"Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran." (1 Yoh 2: 4). Pengertian secara kasar tentang ayat ini ialah berbohong jika kita berkata "mengenal Dia", namun tidak melakukan perintah Tuhan. Ada anak yang mengalami kesulitan membaca karena “penyakit” diseleksia. Bukan berarti anak itu tidak bisa membaca tapi yang dialaminya ejaan yang dibaca itu seakan-akan terbalik. Kata “bus” dibaca “sub”, dan seterusnya. Keadaan semacam itulah yang terjadi kalau seseorang kurang pengenalannya akan Tuhan. Semuanya jadi terbalik.
 
Tidak ada yang namanya sekolah untuk mengenal Tuhan, karena pengenalan akan Tuhan bukan tentang intelejensi seseorang. Dan dalam kehidupan, banyak sekali peristiwa yang menunjukkan cara Tuhan memperlakukan kita, jika kita peka, kita dapat mengenal Tuhan dari peristiwa-peritiwa tersebut. Namun, tanpa kita sadari, pengenalan akan Tuhan, kita gantikan dengan peraturan-peraturan yang kita ciptakan, sehingga sering kita dengar bahwa gereja dikenal sebagai tempat dengan banyak peraturan. Sehingga orang takut bertobat, dan beralasan, jika setelah bertobat nanti tidak boleh melakukan itu, tidak boleh melakukan ini.

"Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." (1 Yoh 4:8)
"Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia." (1 Yoh 2:5)
Dalam kedua ayat di atas dijelaskan, bahwa jika kita mengenal Tuhan, maka kita akan memiliki kasih. Jika kasih Allah itu sudah sempurna di dalam diri kita, otomatis kita bisa menuruti firman-Nya. Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita mengetahui hati Tuhan. Dan kita tidak perlu mengusahakan untuk menghasilkan buah Roh, namun saat kita semakin mengenal Dia, buah Roh itu akan keluar dengan sendirinya.

Banyak kali saat kita tidak mengenal Tuhan, kita kekurangan kasih dan berharap pasangan kita atau orang di sekitar kita akan memberikan kasih. Dan kita pun mengasihinya dengan dasar, kita akan mengasihi, jika mereka mengasihi kita. Namun, kasih Tuhan berbeda sekali dengan kasih manusia, Tuhan tetap mengasihi kita, sekalipun kita tidak mengasihi-Nya. Dan tentunya, kasih yang kita dapati dari sesama hanyalah kasih yang semu, karena juga berasal dari manusia. Dan ingat, kebahagiaan kita tidak terletak pada kebahagiaan yang diberikan orang disekitar kita, namun terletak dari kasih Tuhan untuk kita.
Ada perbedaan antara Petrus dan Yohanes. Saat Tuhan Yesus berkata bahwa Ia akan diserahkan kepada manusia (disalib), Petrus seakan-akan berkata: Tuhan jika ada yang akan membunuh-Mu, biarlah mereka melawanku terlebih dahulu. Namun Yohanes tak berkata sepatah katapun, karena ia percaya, bahwa Tuhan mengasihi-Nya dan ia mengasihi Tuhan, meski tak diungkapkan lewat kata-kata. Dan akhirnya, Petrus sempat menyangkal-Nya, namun Yohanes tetap bersama Tuhan hingga Tuhan Yesus disalib.

"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." (1 Korintus 13:4-7). Jika kita ingin mengetahui seperti apa Tuhan itu, saat membaca ayat di atas, kita ganti kata "kasih" dengan kata "Tuhan", dan resapi setiap kata demi kata tersebut dan dengan rasa rindu mengenal Tuhan dengan sungguh. Karena Tuhan itu adalah Kasih dan Kasih itu adalah Tuhan sendiri.

TUHAN YESUS MEMBERKATI.

 

 
 
Facebook Image

bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Joomla Theme, php hosting. Valid XHTML and CSS.