top
logo
EYE adalah singkatan dari Elim Youth Evershining

EYE Events


EYE Kotbah Gereja Dipilh untuk jadi setara
Dipilh untuk jadi setara
Written by Administrator   
Saturday, 08 May 2010 17:39
Oleh : Sdr. David Sinarjo

GPPS Elim, Sabtu 08 Mei 2010

Pada suatu tempat, terdapat 2 orang yang bernama Dungu dan Dogi, mereka mempunyai seekor keledai. Suatu kali, mereka ingin keluar kota, mereka menunggangi keledai mereka tersebut. Setelah cukup jauh, mereka berjumpa dengan seseorang yang berkata, "Pak Dungu, apa Anda tidak kasian melihat keledai itu, keledai itu harus menanggung berat tubuh Anda dan anak Anda yang sama-sama gemuk?", lalu pak Dungu dan anaknya berdiskusi, dan menganggap bahwa pendapat orang itu ada benar, lalu si pak Dungu turun dan melanjutkan perjalanannya. Setelah cukup jauh, ia kembali bertemu seseorang, dan berkata, "Pak Dungu, anak Anda tidak sopan sekali, Anda yang berjalan menuntun keledai, sedang anak Anda yang menungganginya.", lalu ayah dan anak itu berdiskusi kembali dan menganggap perkataan sesorang yang mereka temui itu benar, dan si pun turun dan pak Dungu yang menunggangi keledai mereka, mereka kemudian melanjutkan perjalan mereka. Setelah cukup lama, mereka kembali bertemu dengan seseorang yang berkata, "Pak Dungu, Anda tidak menjadi orang tua yang baik, masa Anda yang menungganginya, sedang anak Anda berjalan kaki." kembali mereka berdiskusi, kali ini mereka berdua berjalan kaki sambil menuntun keledai mereka dan merekapun melanjutkan perjalanan. Kembali untuk kesekian kali, mereka bertemu seseorang yang mengemukakan pendapatnya, "Pak Dungu, Anda benar-benar Dungu seperti nama Anda! Mengapa Anda dan anak Anda berjalan sambil menuntun keledai, toh kalian bisa menungganginya!" Dari ilustrasi ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa lingkungan biasanya mempengaruhi kita. Namun seharusnya kita sebagai orang-orang yang memberi dampak bagi dunia, bukan kita yang malah dipengaruhi.

"Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu." (Yesaya 43:4 a-b). Dijelaskan pada ayat ini, bahwa kita berharga di mata TUHAN, dan TUHAN sebagai buktinya ialah diri kita dan nyawa kita lebih berharga dari bangsa-bangsa dan keselamatan itu dijanjikan-Nya bagi kita semua. Dan saat manusia mencari kebenaran dan keselamatan, TUHAN berinisiatif untuk menampakkan diri-Nya. TUHAN membuat kita setara dengan DIA ialah inisiatif dari TUHAN sendiri, bukan kita yang meminta dan menginginkannya.

"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya." (Efesus 1:3-4) ayat ini menjelaskan bahwa TUHAN benar-benar yang mempunyai inisiatif menyetarakan kita yang bagaikan kain lara, sehingga setara dengan DIA, DIA telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Dan TUHAN itu konsisten saat IA berkata, bahwa kita segambar dan serupa dengan DIA, bahkan DIA akan mencari sampai menemukan kita, itu fakta pertama bahwa TUHAN memilih kita menjadi setara.

"Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu;" (Mazmur 8:4-7) inilah fakta kedua, bahwa TUHAN memilih kita untuk menjadi setara. Jelas dikatakan pada ayat di atas, kita dijadikan TUHAN hampir sama seperti DIA. Dan TUHAN memberikan kuasa atas segala yang TUHAN ciptakan. Di dalam Roma 8:29 "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung dari antara banyak saudara." dijelaskan bahwa, kita dipilih TUHAN untuk menjadi serupa dengan gambaran TUHAN YESUS, dan kita akan menjadi saudaranya TUHAN YESUS.

"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." fakta ketiga ialah Roh Kudus diberikan kepada kita sebagai penolong kita, dan lewat Roh Kudus itu pulalah kita dapat mengetahui kehendak Bapa di Sorga. Dan jika kakak tersulung kita, TUHAN YESUS melakukan perintah Bapa, maka kita sebagai adiknya juga harus melakukannya. "Dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus." (Efesus 1:17-19) IApun akan mengaruniakan Roh hikmat bagi kita.

"Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan menjadi sama dengan manusia." (Filipi 2:6-7) ayat inilah yang menjadi fakta terakhir, yaitu TUHAN YESUS menjadi serupa dengan kita. Jadi, dari 4 fakta tersebut TUHANlah yang mempunyai inisiatif menjadikan kita setara dengan-Nya. Dalam perjanjian lama, TUHAN membuat sedemikian peraturan sehingga manusia seakan-akan terbatas untuk mendekatkan diri kepada TUHAN. Kita harus menyembelih ternak ini dan itu, harus berpakaian ini dan itu, namun TUHAN telah memutuskannya, sehingga kapanpun kita boleh datang kepada TUHAN. Di dalam Efesus 3:16-19, "Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama demgan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah." Paulus berdoa untuk kita, agar kita benar-benar memahami kehendak Bapa di Sorga. Dan di 1 Timotius 6:11-12, "Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.", jelas dikatakan bahwa kita ialah manusia Allah, dan kesetaraan yang TUHAN beri itu nyata, karena bukan kita yang memintanya kepada TUHAN, melainkan inisiatif TUHAN sendiri.

TUHAN YESUS MEMBERKATI.Laughing

 
 
Facebook Image

bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Joomla Theme, php hosting. Valid XHTML and CSS.