top
logo
EYE adalah singkatan dari Elim Youth Evershining

EYE Events


EYE Renungan
Renungan
Medali Perunggu Yang Bersinar Emas
Written by Administrator   
Monday, 30 November 2009 16:01

Suatu ketika, seorang pemuda bertekad untuk menang dalam perlombaan lari yang diadakan tiap tahun, di sebuah kota. Tapi, tidak seperti tahun-tahun yang lalu, tahun ini dia harus memenangkan perlombaan tersebut, dan membawa hadiah yang berupa uang tunai, yang akan dipergunakan untuk membantu warga yang kelaparan di desanya. Diapun telah berlatih dari hari kesehari, dia telah menghabiskan waktunya, siang dan malam hanya untuk berlatih dan berlatih. Hingga 1 hari sebelum perlombaan, ia datang ke gereja dan berdoa, ia tak berdoa supaya menang atau supaya lawan tak sebaik, atau sekuat ia. Ia berdoa, supaya kehendak TUHAN yang terjadi pada masa depannya.

Hari perlombaanpun tiba, dan pemuda tersebut memulainya dengan doa. Ia berserah pada Kekuatan yang lebih besar dari dirinya, yaitu KRISTUS YESUS. Di tengah lomba, ia memimpin perlombaan tersebut, dan dalam hatinya ia bergugam, "Ini bukan kekuatanku, ini juga bukan karena usahaku, tapi inilah anugerah dari KRISTUS". Dia terus menggumamkannya, sampai salah satu peserta menyusulnya dari belakang. Meski telah tersusul, ia tetap menggumamkanya dalam hatinya.

Garis finispun telah menanti dalam 1 putaran lagi, pemuda tersebut tersenyum, karena ia merasa, bahwa ia akan menjadi juara kedua. Pikiran itu terus dalam benaknya, hingga ia melihat dari jauh bahwa peserta di depannya tak kuat berlari lagi dan jatuh. Iapun tersenyum dan berkata, "Hari ini, TUHAN pasti menghendaki aku untuk menang". Ketika ia berlari semakin mendekati peserta tersebut, muncullah rasa iba untuk menolong dia, berulang kali ia menolak rasa kasihan tersebut, hingga ia melewatinya. Setelah jauh melewati peserta tersebut, ia berkata lagi dalam hatinya, "Ini bukan yang TUHAN mau untuk aku perbuat", lalu ia kembali dan menuntun peserta tersebut hingga garis akhir. Dalam perjalan menuju garis akhir, dia melihat dua peserta lain telah melewatinya. Dan sempat muncul perasaan menyesal untuk menolong peserta tersebut. Tapi, ia tetap berpikiran bahwa itu yang TUHAN mau untuk ia lakukan. Setelah ia sampai di garis akhir, ia mendapat juara ke tiga. Dan hanya membawa pulang sebuah medali perunggu, tanpa hadiah uang sepeserpun.

Dalam perjalanan pulang ke desa, ia berpikir bahwa ia telah mengecewakan penduduk desa tersebut.
Saat ia tiba di desa, ia menyembunyikan kesedihannya dengan memajang wajah tersenyum. Penduduk desapum tersenyum menyambut pemuda tersebut, dan salah satu penduduk desa tersebut berkata kepada pemuda itu, "Sungguh mulialah apa yang telah kau perbuat, TUHAN pasti akan memberkatimu dengan limpahNYA". Pemuda ini serentak terkejut mendengar perkataan penduduk tersebut. Namun, penduduk lain mengungkapkan, bahwa ia telah meliat perbuatan pemuda tersebut. Karena hanya penduduk tersebut, yang pergi ke kota dan melihat perlombaan tersebut.

Semua penduduk tersebut tak kecewa, meski pemuda itu tak membawa pulang uang hadiah, mereka justru bersorak-sorai karena perbuatan pemuda ini.
Di tengah sorak-sorai itu, datang orang kaya dari kota dan memberikan beberapa kantong kepingan uang emas, sambil berkata, "Kau layak menerima hadiah tersebut, dan terima kasih kau telah menolongku dalam perlombaan tersebut". Pemuda itu masih tak mengerti apa yang dimaksud dengan orang kaya dari kota tersebut. Orang kaya itupun menjelaskan, bahwa ia adalah peserta yang telah ditolong oleh pemuda itu. Selang beberapa waktu setelah orang kaya itu meninggalkan desa, pemuda beserta seluruh penduduk bersorak-sorai dan tak henti-hentinya mengucap syukur kepada TUHAN. Dan uang tersebut dipergunakan untuk pengembangan desa dan membantu warga yang kurang mampu di desa tersebut.

Salam Sejahtera bagi kita semua,
Kekasih TUHAN, setelah membaca dari kisah di atas, kita dapat mengambil beberapa kesimpulan, bahwa:
1. Dalam menggapai sesuatu tujuan atau cita-cita, kita membutuhkan latihan fisik. Sering kita jumpai, para atlit yang mengikuti perlombaan-perlombaan, mereka selalu melatih tubuh mereka agar tahan uji. Begitu juga kita para atlit rohani, kita membutuhkan latihan untuk melatih tubuh kita, agar saat TUHAN memakai kita sebagai alat kerajaanNYA, kita sudah siap.

2. Latihan fisik perlu diimbangi dengan melatih iman kita, caranya dengan mendekatkan diri kita kepada TUHAN, melalui komunikasi kita kepada TUHAN dalam doa kita, juga kita tak boleh meninggalkan persekutuan dan mengajukan beberapa argumen kita kepada TUHAN, dengan maksud TUHAN memaklumi keadaan kita. Tidakkah kita berpikir bahwa itu salah. TUHAN hanya menginginkan beberapa jam dari kita untuk kita luangkan bersama dengan kita. DIA, SANG PENCIPTA kita, IA ingin dekat kita, mengapa kita seakan-akan pergi menjauhiNYA. Bukankah, saat kita mencari DIA terlebih dahulu, semua pengharapan baik kita, akan dilimpahkanNYA kepada kita (MAT 6:33)

3. Setelah kita melatih fisik dan iman kita, kita harus berserah kepada TUHAN. Tindakan ini kecil mungkin sering kita hiraukan dan tak mempedulikan dampaknya bagi permohonan kita. Berserah adalah sedikit bukit iman kita pada TUHAN. Coba kita pikirkan, bahwa seadainya kita telah melatih fisik hingga kita seakan-akan melupakan semua kegiatan selain berlatih, namun kita tetap berkeras kepala dan tak berserah kepada TUHAN, hal tersebut sama saja dengan memaksakan kehendak kita kepada TUHAN, padahal kita tidak tahu, apakah kehendak kita itu baik bagi masa depan kita ataukah tidak.

4. Jika semua hal di atas telah kita lakukan, satu hal lagi yang harus kita lakukan ialah memandang dan melakukan kehendak TUHAN. Memandang kehendak TUHAN ialah kita harus benar-benar jeli melihat, apakah yang ada di hadapan kita adalah kehendak TUHAN ataukah kehendak kita, yang kita inginkan untuk terjadi.
Tak berhenti di situ, jika kita sudah melihat apa yang menjadi kehendak TUHAN, kita juga harus melakukannya. Bukan iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:26).

Saudara yang dikasihi TUHAN, tak kebetulan anda membaca tulisan saya ini. Jika anda telah sadari itu, percayalah bahwa TUHAN sedang menuntun anda kepada jalan kemuliaanNYA. Dan TUHAN sedang membaikkan jalan hidup anda. Dan perbolehkan saya untuk bersama-sama dengan anda merenungkan beberapa hal di bawah ini:

*Bahwa, sekiranya sedikit-dikitnya doa yang kita ucapkan untuk memulai suatu kegiatan, adalah sebanyak-banyak persiapan yang telah kita lakukan bagi masa depan kita.

Dan sekiranya, apa yang saya tulis ini, dapat menjadi perenungan di saat santai anda bersama KRISTUS.
Salam hangat saya bagi anda semua! (DS)

 

 
« StartPrev1234567NextEnd »

Page 1 of 7
Facebook Image

bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Joomla Theme, php hosting. Valid XHTML and CSS.